Dalam Matius 19:7, orang-orang Farisi bertanya kepada Tuhan, “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan istrinya?” Perintah ini bukan bagian dari hukum dasar, melainkan suatu tambahan kepada hukum itu. Perintah ini diberikan oleh Musa bukan berdasarkan ketetapan Allah dari semula, melainkan sebagai sesuatu yang sementara, karena kekerasan hati manusia. Tuhan berkata, “Karena kekerasan hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian” (Mat. 19:8). Perintah yang diberikan oleh Musa tentang perceraian adalah penyimpangan dari ketentuan semula Allah mengenai pernikahan; tetapi bagi Kerajaan Sorga, Kristus sebagai Raja sorgawi memulihkan pernikahan pada keadaan yang semula.
Dalam Matius 19:8 kita melihaat prinsip pemulihan. Pemulihan berarti kembali kepada yang semula. Kita perlu kembali kepada yang semula. Pada waktu sebermula, Allah menentukan kesatuan seorang suami dan seorang istri, tidak ada perceraian. Karena kekerasan hati mereka, Musa memperbolehkan perceraian dan mengizinkan seorang menceraikan istrinya dengan memberi dia surat cerai. Tuhan bertanya kepada orang Farisi apakah mereka ingin memperhatikan ketentuan Allah atau kekerasan hati manusia. Setiap pencari Tuhan harus berkata, “Oh, Tuhan, belas kasihanilah aku agar aku memperhatikan ketentuan semula-Mu. Aku menyalahkan dan menolak kekerasan hatiku dan kembali pada ketentuan-Mu yang semula.” Inilah arti pemulihan.
Hawa nafsu tidak hanya merusak kehidupan kerajaan dan hidup gereja, tetapi juga kehidupan manusia. Hawa nafsu menghancurkan pernikahan dan masyarakat, merusak roh, jiwa, dan tubuh. Hawa nafsu merusak setiap aspek kehidupan manusia. Jika hawa nafsu ditanggulangi, sebagian besar dari kebobrokan dalam masyarakat akan lenyap. Dalam kehidupan gereja kita harus bersandar anugerah Tuhan menanggulangi hawa nafsu dengan serius.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Seperti apakah rencana Allah sejak awal bagi pernikahan? (Mat. 19 : 5 – 6)
- Bagaimana pendapat Anda tentang rencana awal Allah ini?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Matius pasal 1 – 3
“Hawa nafsu tidak hanya merusak kehidupan kerajaan dan hidup gereja, tetapi juga kehidupan manusia.”