Pekerjaan bukanlah sekedar sarana untuk mencari nafkah bagi kebutuhan hidup kita saja, tetapi juga sarana untuk kita dapat memuliakan nama Tuhan. Karena itu, bagaimana cara kita bekerja harus menjadi perhatian kita, memuliakan Tuhan atau sebaliknya. Sebagai orang Kristen, dalam bekerja, kita bukan hanya memiliki tanggungjawab terhadap perusahaan atau tempat kita bekerja saja, tetapi juga tanggungjawab kepada Allah.
Bagaimana tanggungjawab kita sebagai seorang majikan / pemimpin?
• Layani pegawai / karyawan (Mat. 20 : 26)
• Menjadi seorang komunikator yang baik (Ayb. 31 : 13 - 15)
• Bayarlah upah yang adil dengan segera (Ul. 24 : 14 – 15)
• Mendoakan pegawai / karyawan (Kej. 30 : 27)
Bagaimana tanggungjawab kita sebagai pegawai / karyawan?
• Berlaku jujur dan setia (Dan. 6 : 5)
• Tetap berdoa (Dan. 6 : 11)
• Menghormati majikan / pimpinan dan rekan-rekan kerja
(Dan. 6 : 22; Ams. 30 : 10)
• Menyaksikan iman (Dan. 6 : 20, 26)
Sebagaimana Allah memiliki bagian dalam pekerjaan, kitapun memiliki bagian yang harus kita lakukan. Alkitab menjelaskan bahwa sesungguhnya dalam pekerjaan kita, kita sedang melayani Allah dan bukan manusia (Kol. 3 : 22 – 23). Di dalam bekerja, kita dapat menyaksikan iman dan kasih kita kepada Allah, kepada banyak orang, sehingga mereka melihat perbedaan kita sebagai orang percaya dengan orang-orang yang tidak percaya.
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
- Bagaimana sikap kita dalam bekerja? (Kol. 3 : 22 – 23)
- Apakah Anda telah melakukan tanggungjawab dalam bekerja?
BACAAN ALKITAB SETAHUN: Mazmur pasal 54 – 57
“Alkitab menjelaskan bahwa sesungguhnya dalam pekerjaan kita, kita sedang melayani Allah dan bukan manusia.“